Beras dalam botol.

Kemarin pagi saat menyiapkan permainan untuk anak, saya belajar sebuah hal. Permainan yang saya siapakan berupa 3 botol yang diisi beras. Botol pertama terisi penuh, botol kedua terisi setengah, dan botol ketiga terisi seperempat. Tujuan permainan ini menstimulasi indra pendengaran anak dan matematika (konsep banyak-sedikit). Bila digoyang, botol yang terisi beras paling sedikit akan mengeluarkan bunyi yang paling nyaring. Sementara botol yang terisi penuh hampir tidak kedengaran bunyinya. Saya lalu teringat peribahasa "tong kosong nyaring bunyinya"; orang yang tak banyak ilmu biasanya yang paling banyak omong. Langsung bertanya pada diri sendiri, apakah selama ini saya banyak omong? Kalau banyak omong, apakah omongan saya itu berdampak baik? Sudahkah saya menjaga lisan dengan baik?

Setiba di kantor saya googling mengenai peribahasa ini. Yang dimaksudkan misalnya seperti ini, ada teman di kantor yang selalu ngomong kalau dia ahli komputer tetapi nyatanya dia bahkan tidak tahu tombol menyalakan komputer. Berarti merujuk pada "sok tahu" tapi sebenarnya tidak tahu. Lantas apakah kita tidak boleh banyak omong? Pastinya boleh. Tidak ada larangan untuk banyak ngomong. Yang saya pelajari bahwa pastikan apa yang kita ucapkan adalah hal yang memang benar kita pahami, jelas kebenarannya, dan berdampak baik. Kadang masih susah ya untuk tidak bergosip. Masih susah untuk tidak berkomentar terhadap hidup orang lain. Masih susah menahan sumpah serapah bila marah. Lidah memang susah untuk dikendalikan. Namun bila kita mencobanya, saya percaya Yang Maha Kuasa pasti memampukan :)

Comments

Popular Posts