I LOVE YOU 3000
| pic from Google |
Semenjak published di
Youtube bulan Juni, video klip lagu “I Love You 3000” milik Stephanie Poetri
sudah ditonton kurang lebih 23M. Wow. Big congrats. Lagu dengan melodi yang
menyenangkan. Ditambah dengan lirik tentang “love”, semakin memudahkan lagu ini
diterima dengan cepat. To be honest, I reply this song many times in a day,
ha ha. Even I’m not really like with Iron Man, but I have to say that song is
very easy to listening and singing. Ungkapan I love you 3000 menjadi populer
karena menjadi salah satu adegan dalam film superhero Avengers: Endgame.
Ok, I’m not going to
discuss about that song. I’m going to say something about “LOVE”. This post is dedicated
to celebrate “Hari Anak Nasional” which celebrated on 23rd July. Selamat Hari
Anak ya semua anak-anak Indonesia! Banyak cinta buat kalian semua *kisses*.
Seberapa sering bilang “I Love
You” kepada yang tersayang? Dulu waktu masa pedekate, suami bilang I love you
tuh rasanya happyyyy banget ya. Nah pas sudah married, suami bilang I love you
rasanya tuh antara curiga, biasa aja atau malah jadi lebay hahaha. Tapi memang
pernah baca dimana gitu, even kalau sudah berumah tangga pun, harus
sering-sering ucapkan hal romantis misal I love you. Jadi hari ini sudah bilang
I love you ke pasangan? Coba bilang gih, kali-kali nanti malam diajak ngedate
atau dibelikan lipstick baru hihi.
Kata-kata sayang tuh kalau
diucapkan memang bikin happy. Jadi saya termasuk ibu yang sering bilang I love
you ke anak. Nama panggilan anak saya, Enoy. Kalau lagi main berdua atau saat
pijit-pijit badan dia sebelum tidur, saya sering bilang ke dia “Mami sayang sekali
sama Enoy”, “Enoy, I love you” atau “Enoy tahu kan kalau mami sama papi sayang
sama Enoy?”
Awalnya belum kelihatan
respon apapun dari anak saya. Dibilang sayang begitu pun kadang cuman ditimpali
dengan anggukan atau lirikan mata ha ha. Tapi makin lama, saya dan suami
perhatikan, Enoy menjadi anak yang loveable. Dia senang mencium pipi kami dan
bila kami bilang I love you, dia membalas dengan memeluk kami. Hati kami terasa
hangat.
Mengapa membiasakan bilang
sayang ke anak? Karena saya ingin anak saya tahu kalau dia dicintai dan disayangi
apa adanya. Merasa dicintai dan diterima apa adanya itu sangat membahagiakan.
Saya juga ingin dia tumbuh menjadi anak yang penuh cinta kepada sesama.
Mencintai anak bisa banyak
bentuknya. Mengucapkan lalu melakukan tentu yang paling baik. Ciuman dan
pelukan buat anak mampu menciptakan ikatan batin yang kuat. Anak mungkin belum
mengerti namun dia bisa merasakannya.
Selamat Hari Anak.
(Enoy, I LOVE YOU 3000
banyak-banyak)
-lyn-

Comments
Post a Comment