Atur Uang Versi Anak Kuliah


Betapa mengatur uang menjadi sulit di jaman sekarang ini ya. Kemajuan teknologi sehingga gadget mutakhir berebutan muncul, jenis makanan dan minuman yang semakin banyak, dan tidak ketinggalan sosial media yang berpengaruh sangat besar dalam gaya hidup. Mau seberapa banyak uang yang dipegang pun kadang masih terasa kurang. Sehingga kita dituntut harus pintar-pintar kelola uang yang dipunya.

Kira-kira begitu salah satu inti khotbah yang saya dengarkan pada ibadah hari Minggu di gereja kemarin. Pendeta memberi contoh bagaimana menyikapi uang bagi anak muda. Karena sesi ibadahnya malam, yang notabene dihadiri banyak anak muda maka Pendeta memberi contoh sesuai segmen kehidupan anak muda. Misalnya, malu-malu punya handphone jadul akhirnya berbohong kepada orang tua butuh uang buat kebutuhan kuliah, ternyata buat beli handphone keluaran terbaru.

Saya tersenyum sendiri mendengarkan khotbah. Karena beberapa hal yang disampaikan memang relate dengan kehidupan anak muda yang sudah pernah saya alami. Apalagi jaman kuliah dulu. Anak kuliah itu biasanya dijatah kan ya sama orang tua. Nominalnya ditentukan dan pokoknya harus cukup selama sebulan. Orangtua ngga mau tau gimana caranya ha ha. 

Kalau anak sultan sih tidak masalah. Tidak pake mikir. Tapi kalau yang duwitnya pas-pasan ya memang harus pakai jurus berhemat supaya bertahan. Kadang supaya hemat, makan pagi dirapel dengan makan siang atau makan siang dirapel makan malam ha ha. Jadi hitungannya sehari hanya dua kali makan. Selalu sedia saja obat maag. LOL.

Jadi yuk coba kita atur-atur uang versi anak kuliah jaman now. Nominalnya saya kira-kira saja. Kalau kurang atau berlebihan dari yang biasanya, kalian komen di kolom komentar ya. Nanti di tulisan berikutnya kita bahas kembali.

Kondisi ini saya pakai untuk anak kuliah yang ngekos. Kalau tinggal sama orang tua pasti lebih baik, karena kebutuhan makan dan tempat tinggal sudah tercover. Kebutuhan anak kuliah itu umumnya uang makan, transport, pulsa, fotocopy atau beli buku, groceries dan kongkow-kongkow. Misalnya nih ya kalian dijatah 1,5 juta per bulan termasuk untuk bayar kos dan transpot. Bisa diatur seperti ini:

Bayar kos : 500 ribu
Uang makan : 450 ribu
Transport : 100 ribu
Fotocopy : 50ribu
Groceries : 100 ribu
Pulsa : 100 ribu
Hiburan : 100 ribu 

Totalnya 1,4 juta
-
Masih ada 100 ribu, buat apa? 50 ribunya untuk kegiatan ibadah atau kegiatan amal (misalnya untuk persembahan pada ibadah, bagi dalam nominal kecil agar mencukupi selama sebulan). 50 ribu lainnya, walaupun belum punya penghasilan, sebaiknya segera miliki kebiasaan menabung sekecil apapun itu. Tabungan ini sebagai dana darurat. Misalnya motor tiba-tiba ngadat mesti dibawa ke bengkel. Mau minta biayanya sama orang tua sungkan. Kalau kalian punya tabungan bisa dipakai. Tapi jangan pakai tabungan ini buat hal-hal konsumtif ya. Ada kafe baru buka langsung buru-buru mau kesana padahal budget hiburan sudah habis. Trus ingat ada tabungan akhirnya dipakai. Ya jangan lah. Pakai untuk hal yang benar-benar bermanfaat. Percayalah, punya tabungan itu akan sangat menolong di saat tak terduga.

Budget masing-masing pos pengeluaran silahkan disesuaikan dengan kebutuhan. Untuk tempat kos cari yang dekat kampus agar hemat BBM. Untuk biaya makan, hitungannya sehari dapat jatah 15 ribu. Masak nasi sendiri pakai rice cooker dan beli air minum galon biar lebih hemat. 15 ribu pakai buat beli lauk. Warung makan sekitaran kampus biasanya tidak mahal. Masih ada lauk seporsi harga 5 – 10 ribu. Untuk groceries pilih yang paling murah. Pakai shampoo sachet dan sabun batangan. Pilih paket hemat untuk kuota internet dan gunakan dengan bijak. Atur pemakaian kuota lebih banyak buat kerja tugas kuliah dibanding main sosmed.

Budget pos hiburan kok cuman 100 ribu? Mana cukup? Intinya harus dicukupkan. Misalnya suka nonton, pilih nonton di hari Senin karena murah. Pastinya dengan budget ngepas seperti ini, tidak semua film baru bakal dinonton. Tidak semua kafe hits dikunjungi. Tidak semua tren terbaru bisa diikuti. Tapi, bukankah memang semuanya tidak harus diikuti? Hidup sesuai budget mungkin tidak bisa membuatmu menjadi populer namun membuat hidupmu aman.

Kalau merasa kurang dengan uang bulanan, solusinya adalah cari pekerjaan yang bisa menghasilkan uang. Jadi asisten dosen, ngojek kalau punya motor, ngajar les privat, jadi penerjemah, part-time di kafe atau di EO saat weekend. Dulu semasa kuliah saya aktif di komisi Sekolah Minggu gereja. Dengan aktif di pelayanan ini dapat uang transport dan kalau ada kegiatan dapat nasi dos. Nominal uang transportnya sangat lumayan untuk ukuran anak kuliah. Bisa melayani sekalian dapat tambahan uang saku. Rupanya ada motivasi terselubung ha ha. Tapi beneran waktu pertama kali bergabung melayani Sekolah Minggu belum tahu kalau bakal dapat uang transport. Setelah dijalani baru tahu. Jadi saya pun rela menerima berkat itu he he.

Hal yang penting juga, no gengsi-gengsi club dan bergaulah dengan teman yang tepat. Circle yang tepat bisa sangat membantu juga nantinya dalam dunia kerja. Banyak perusahaan bila mencari pegawai mengandalkan rekomendasi. Tidak sedikit yang dapat pekerjaan karena rekomendasi dari teman. Lingkar pertemanan punya pengaruh buat hidup kita. Dan semoga pertemanan kita adalah pertemanan yang sehat.

-lyn-


Source picture: freepik.com

Comments

Popular Posts