Hygge

Karena pandemi, beberapa
bulan terakhir ini bukan keadaan yang mudah. Pandemi menyebabkan beragam masalah.
Belum ada kepastian bahwa virus Covid-19 ini akan segera berakhir. Sampai
kapan? Kita tidak tahu. Mungkin juga sebagian kita sedang menghadapi tantangan
yang tidak kalah sulitnya. Namun tetaplah berharap karena GOD IS STILL IN
CONTROL. Tuhan tetap memegang kekuasaan tertinggi. Ia tetap bekerja bahkan
dalam situasi yang rasanya tanpa harapan.
Dari pandemi ini saya
berkenalan dengan “Hygge” (diucapkan
hoo-ga). Hygge adalah konsep hidup di negara Denmark dimana setiap hari
kita menciptakan atmosfer yang hangat dan menikmati hal-hal kecil yang mungkin
selama ini kerap tidak mendapat perhatian.
Hygge sendiri berasal dari
bahasa Norwegia yang berarti “sejahtera”. Kunci dari hygge adalah kebersamaan,
kehadiran, kenyamanan dan bersyukur. Bersyukur dan hygge berjalan beriringan.
Di tengah pademi ini, masih diberikan kesehatan merupakan hal yang luar biasa.
Rasanya tidak ada yang lebih berharga dari kesehatan. Filosofi hygge yang mendorong
kita memiliki rasa syukur untuk hal-hal yang kita miliki.
Pandemi ini memberikan
banyak kesempatan untuk berkumpul bersama keluarga. Banyak kegiatan di luar
rumah yang tidak berorientasi pada kemajuan kualitas sebuah keluarga. Banyak
orang beranggapan dengan aktif berkegiatan di luar rumah adalah sebuah
pencapaian luar biasa. Pandemi ini mengingatkan bahwa keluarga di rumah lebih
membutuhkan kehadiran kita.
Hygge tidak memiliki arti
yang spesifik untuk dijelaskan dengan kata-kata. Hygge berfokus pada
kebersamaan dengan orang-orang terkasih dan memprioritaskan mereka.
Di sisi lain saya tidak menampik
bahwa pola hidup saat pandemi yang lebih banyak di rumah membuat bosan. Saat
rasa bosan datang, yakinkan diri bahwa we are not stuck at home, we are safe at
home. Satu tempat yang saya rindukan selama pandemi ini adalah toko
buku. Namun saya menahan diri hingga keadaan membaik. Lagipula buku bisa dibeli
online. Hanya saja sensasi berkunjung-nya lah yang sesungguhnya dirindukan.
Melihat deretan atau tumpukan buku adalah hal yang menyenangkan buat saya.
Ya, pandemi ini menuntut
kita beradaptasi dan bersikap fleksibel. Menjaga harapan agar tetap menyala
juga tidak kalah pentingnya. Melatih diri untuk mensyukuri setiap hari. Hygge juga
adalah tentang mampu mensyukuri ha-hal sederhana.
-Lyn-
Picture source: exclusive.multibriefs.com
Picture source: exclusive.multibriefs.com

Comments
Post a Comment