Basa-basi tidak penting

Setiap hari dalam perjalanan pulang kerja ke rumah, saya mendengarkan siaran radio. Sore itu, salah satu penyiarnya curhat tentang pembicaraan ketika bertemu dengan kerabat. Bahwa ada obrolan yang sebenarnya tidak penting tapi nyangkut di hati malah berubah menjadi sakit hati. Hampir pasti jika bertemu dengan kerabat atau teman apalagi yang sudah lama tak jumpa pasti awalnya ada basa-basi dulu.

"Hei sist, ih makin cantik deh! Sempat ragu tegur lho"

"Hei bro, gila makin keren! Kemana aja kok baru kelihatan"

Basa-basi diatas masih batas wajar. Tapi ada juga yang kadang buat perih.

"Hei sist, ih gemukan deh" atau "Hei sist, ih kurusan deh"

(Buat yang sering bilang seperti ini, saya serius mau nanya, memang betulan tau kalo berat badan orang itu nambah atau turun? Situ timbangan?)

"Hei sist, ih kok makin kucel. Mestinya after married tuh harus lebih glowing"

(Taunya pas ketemuan, si orang itu habis lalui hari yang berat di kantor. Target tidak goal, dimarahi bos trus pas pulang ban mobilnya kempes jadi wajar mukanya sendu abis)

"Ih anaknya cantik banget ya. Ikut papanya sih, kan cakep"

(Oh jadi kalau ikut muka ibunya jadi jelek gitu??)

(Sabar, sabar)

(Agak emosi soalnya pengalaman pribadi. LOL)

Mau tidak mau jika bertemu dengan orang lain kita butuh bertegur sapa. Kalau diam-diaman jadi awkward. Coba bayangkan, kita janjian ketemu teman lama. Pas ketemu, bilang halo trus cipika cipiki trus udah. Sepanjang ketemuan malah ngga ngobrol. Kan aneh.

Ya, saya tau tidak semua orang memiliki kemampuan interpersonal yang baik, termasuk saya. Saya pun kadang bingung memulai percakapan. Ternyata untuk basa-basi pun butuh keahlian. Makanya, mungkin ya, sekolah public speaking makin dicari. Ngobrol sama lawan bicara tanpa membuatnya tersinggung, penting adanya.

Tapi ya ngga mesti ikut kursus atau sekolah public speaking dulu baru bisa ngobrol. Tapi setidaknya selalu ingatkan diri pas mau ngomong. Dan cari bahan obrolan yang aman. Misalnya, tanya kabar, tanya hobi, tanya pekerjaan atau bisnis. Selanjutnya let it flow saja.

Btw soal pekerjaan, entah sampai kapan perdebatan 'working mom' vs 'stay at home mom' akan berakhir. Buat working mommies saya salut karena bisa membagi pikiran antara kerjaan kantor dan rumah. Paling pusing kalau pekerjaan lagi banyak-banyaknya sementara anak sakit. Macam ingin membelah diri. Sebagian diri di kantor, sebagian lagi di rumah. LOL.

Buat stay at home mommies pun saya salutnya sama. Keren. Jadi ibu rumah tangga itu ngga gampang lho. Mandi saja sulit kan. Waktu mandi kadang jadi hal yang mewah kan, bunda-bunda semuanya? LOL. Hindari basa-basi ini bila bertemu dengan ibu rumah tangga "Ngga sayang gelar-nya ya sekolah tinggi-tinggi tapi ngga kerja?". Saya sih bukan hanya karena ngga sopan, tapi ngeri diomelin ha ha. Jangan remehkan kekuatan ibu rumah tangga. Dimana-mana mereka akan selalu benar termasuk soal saat bawa motor, lampu sen kiri tapi belok kanan. *sungkem*

Yuk mari, lebih hargai lawan bicara kita biar hidup lebih damai.

Peace, love and gaul.


Comments

Popular Posts